
Ini berita gembira bagi para perokok kelas berat.
Para ilmuwan Jepang telah menemukan sebuah gen yang ada pada tanaman tembakau yang membawa nikotin.
Dunia telah mengetahui bahwa tembakau memproduksi nikotin dari akar lalu membawanya ke daun, tapi untuk pertama kalinya para ilmuwan bisa meng-identifikasi gen yang membawa zat terkutuk itu.
Tim ilmuwan gabungan antara universitas Kyoto dengan universitas Ghent dari Belgia menamakan gen tersebut Nt-JAT1. "Kalo kita bisa mengikat gen Nt-JAT1, nantinya akan ada rokok yang bebas nikotin," kata profesor Kazufumi Yazaki, sang ketua tim.
Ilmuwan menciptakan rokok bebas nikotin yang diharapkan bisa membantu seseorang berhenti merokok. Rokok bebas nikotin dinilai bisa menghindari kecanduan ketimbang rokok bernikotin amat rendah.
Rokok bebas nikotin memiliki manfaat yang sama dengan permen pengganti rokok. Perokok yang mengonsumsi rokok bebas nikotin dan permen pengganti rokok lebih sedikit mengalami withdrawal (sakau) dibandingkan dengan perokok yang mengonsumsi rokok rendah nikotin.
"Rokok bebas nikotin dan permen pengganti rokok lebih baik digunakan untuk membantu berhenti merokok dibandingkan dengan rokok bernikotin rendah," ujar Dr Dorothy K Hatsukami dari University of Minnesota Tobacco Use Research Center di Mineapolis, seperti dikutip dari Reuters, Senin (15/2/2010).
Rokok bebas nikotin mengandung 0,05 miligram nikotin per batang rokok, sedangkan rokok bernikotin rendah mengandung 0,3 miligram nikotin per batang rokoknya. Sebagai perbandingan, rokok yang sebenarnya mengandung 0,7-1 miligram nikotin per batangnya.
Tim Hatsukami membandingkan kebiasaan merokok dan tingkat berhentinya dari 165 laki-laki dan perempuan dewasa yang rata-rata sudah merokok 15 tahun. Perokok ini sempat mencoba untuk berhenti, namun godaan untuk kembali lagi tak bisa diabaikan.
Para peneliti memberikan 53 orang rokok bebas nikotin, 52 orang rokok rendah nikotin dan sisanya permen pengganti rokok, percobaan ini dilakukan selama 6 minggu. Hasil yang didapatkan perokok yang mengonsumsi rokok bebas nikotin dan permen pengganti rokok lebih sedikit mengalami withdrawal (sakau) dibandingkan dengan perokok yang mengonsumsi rokok rendah nikotin.
Ilmuwan menduga, rokok rendah nikotin lebih memungkinkan seseorang untuk merokok lebih banyak untuk mendapatkan kompensasi jumlah nikotin yang hilang. Sedangkan rokok bebas nikotin tidak menimbulkan perasaan tersebut. Hasil penelitian ini telah dilaporkan dalam jurnal Addiction.
"Meskipun rokok bebas nikotin terlihat potensial digunakan sebagai alat untuk membantu seseorang berhenti merokok, tapi hasil penelitian kecil ini belum cukup untuk membuat kesimpulan bahwa rokok bebas nikotin efektif membantu orang berhenti merokok," ujar Hatsukami.
Masih dibituhkan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui seberapa efektif rokok bebas nikotin membantu seseorang berhenti merokok. Diharapkan nantinya bisa menjadi terapi baru bagi orang yang ingin berhenti merokok.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar