GROUP GENERAL INFORMATION | ARTICLES HEALTH AND HEALTH TIPS | ARTICLE GROUP GENERAL KNOWLEDGE
picture
Minggu, 23 Mei 2010
THANK'Z 4 MY BEST FRIEDS
Aku ingin persahabatan itu selalu ada
Aku berharap semoga persahabatan ini untuk selamanya
Aku berjanji akan menjaga seutuhnya
Tanpa duka
Tanpa Luka
Tanpa dusta
Karena persahabatan ini terlalu indah untuk didustai
Persahabatan ini terlalu sayang untuk dilukai
Karena kata maaf pun tak mampu menghapus semuanya yang telah terjadi
Pun kata maaf seakan sepi sunyi seakan hanya mampu terdengar telinga ini namun tak sampai hati
Terimakasih atas segala pengorbananmu selama ini
Sahabat
Semoga semua yanmg telah dilalui akan menjadi memori yang indah dalam kisah persahabatan yang sejati
Sahabat….
Kadang kita yakin dengan mengerti arti dari seorang sahabat…
Dengan sedikit keangkuhan kita seolah mengerti kekurangan yang dia miliki dan kelebihan yang dia ciptakan Tapi satu hal yang kita lupa hingga kita berbuat yang menyebabkan rantai besi persahabatan kita berkarat dan putus…
Ya!!..dengan keegoisan dan rasa enggan tuk minta maaf dan memaafkan…
Sehingga, kita merasa diri kitalah yang benar dan dia salah..
Padahal mungkin dengan sejuta kesalahan dia atau kita, kita dapat menjadi lebih baik dan menyepuh rantai besi kembali hingga berlapis emas…bisa jadi.
Hai…sahabat lama yang dulu kukenal dengan berjuta perhatian dan keegoisan…
Aku dengan segala khilaf dan mungkin juga sedikit kesalahan bahwa aku tak mengerti arti persahabatan. Aku minta maaf akan segala apa yang pernah aku lakuin. Aku yakin semua yang pernah kita lewati bersama dulu bukanlah sebuah kenangan yang tak berarti. Karena bagiku juga tak mudah melupakan sebait kata “persahabatan”
Sahabat Sejati
Dikala pagi.. sepi sunyi senyap
Dia hadir untukku disini…
Saat malam gelap tiada berbintang…
Dia ADA untuk memberi Cahaya Terang…
Sahabat Sejati…
Engkau Bukan Matahari…
Namun Hadirmu mampu hangatkan suasana hati…
Engkau Tak Seperti Embun Pagi…
Namun Cinta Dalam Hatimu Mampu Sejukkan jiwaku ini….
SAHABAT SEJATI… Sampai kapanpun, engkau akan selalu ada dalam lubuk hati…
SAHABAT SEJATI… Auramu Pancarkan cinta dan kasih yang suci…
SaHABAT SEJATI… Ku ingin kau menyadari…
Karena Tanpamu Hidupku Tiada arti…
Dan Tanpamu Terasa MATI…..
Sapaan Lembut Dari-Nya
“Pagi Sakura!”
“KYAAA!”
GUBRAKK!! JDUKK!!
“Aww!” pekik Sakura seraya mengelus-elus belakang kepalanya yang terbentur tepi ranjang. Tangan kirinya meraih tiang dipan untuk berpegangan, dan bangkit. Ia mengambil handphone yang bergetar seru di ranjang, kemudian mematikan alarmnya. Sambil meringis, ia keluar kamar. Ringisannya seketika berubah menjadi teriakan nyaring saat ia melihat jarum jam di dinding ruang makan sudah menunjukkan pukul setengah tujuh tepat.
Barisan teman-temannya yang berkostum olahraga menyambut Sakura di pinggir lapangan upacara. Ia melirik arloji di pergelangan tangannya. Pukul setengah delapan. Sambil meringis untuk kedua kalinya, ia melesat ke ruang ganti sambil berusaha menghindari tatapan guru olahraganya.
Akhirnya pelajaran hari itu berakhir. Dering bel disambut desahan lega seluruh murid, walaupun bunyinya sangat memekakkan telinga. Sakura mengemasi buku-bukunya ke dalam tas, dan bergegas keluar. Di saat itulah Naruto, teman sekelasnya memanggilnya.
“Ada apa?” tanya Sakura tak sabar. Naruto mengangsurkan beberapa helai dokumen ke tangan Sakura.
“Kuharap bermanfaat. Assalamu’alaikum.”
“Wa’alaikumsalam.” Sakura mengamati sekilas lembaran kertas itu, kemudian tersenyum simpul. Ia pun segera melangkahkan kakinya keluar kelas.
“Pagi Sakura.”
“Pagi.” Sakura mematikan alarm suara dari handphone-nya. Kali ini ia sudah memastikannya berbunyi lebih pagi.
Pukul setengah tujuh, ia sampai di ruang kelasnya. Di depan pintu ia disambut oleh Ino yang tersenyum ramah.
“Madingmu bagus lho. Aku suka gambarnya,” ujar Ino setelah Sakura meletakkan ranselnya dan duduk. Sakura tersenyum.
“Hari ini aku sudah membawa artikel yang baru, nanti tinggal ditempel. Kamu temani aku, ya?”
Ino mengangguk semangat.
“Eh, ngomong-ngomong aku boleh melihat artikelnya tidak?” Sakura mengangguk, lalu mengulurkan beberapa lembar kertas yang dimaksud.
Beberapa saat kemudian, Ino berkata,
“Isinya bagus. Aku suka ini.” Sakura melihat judul artikel yang dipegang Ino.
‘Dingin, menghangatkan. Tahajjudlah hai kawan..’
“Aku juga suka,” balas Sakura.
“Kamu suka?” Ino menatapnya penuh arti. Sakura bingung.
“Suka. Artikelnya. Apanya sih?”
“Tahajjud. Kamu suka melakukannya?”
“Oh itu, belum.” Sakura tertunduk malu. Ino tersenyum.
“Nanti malam kita tahajjud yuuk, aku akan kirim SMS supaya kamu bisa bangun pagi.”
“Eh, aku sedang tidak sholat. Kapan-kapan saja ya.” Ino mendesah kecewa, tapi kemudian mengangguk pelan. Dalam hati, rasa tidak senang Sakura muncul. Ia tak suka hal pribadinya diungkit-ungkit.
Seminggu berlalu. Kertas-kertas bertebaran di meja belajar Sakura. Semua kewajibannya untuk mengganti mading akan terselesaikan besok pagi. Ia memberesi sisa-sisa guntingan, lalu beranjak ke tempat sampah. Saat itu matanya menangkap sebuah artikel yang terselip di antara tumpukan kertas mading edisi lalu. Judul yang itu. Sakura merasa ada sesuatu yang belum dikerjakannya, tapi ia ingin mengabaikannya. Toh itu sunnah. Ia pun memasukkan edisi yang baru ke dalam boks plastik, siap untuk dibawa besok pagi, dan meletakkan edisi yang lama di dalam almari, terkubur bersama puluhan arsip-arsip lain yang terlupakan.
“Sakura.” Sakura menoleh ke belakang. Ia sedang sibuk menyusun artikel di mading ketika dilihatnya Hinata, teman kelasnya mendekat. Gadis itu tersenyum dan mengulurkan tangannya.
“Assalamu’alaikum, Sakura. Mau nanya boleh tidak?” tanyanya polos.
“Wa’alaikumsalam. Ya bolehlah. Ada apa?”
“Begini Sakura, boleh tidak sih kalau kita sholat tahajjud karena ingin keinginan kita terkabul? Dan, Hinata dengar kalau tahajjud itu bisa membuat wajah kita bercahaya ya, Sakura, lalu orang tertentu bisa membedakan wajah orang yang selalu tahajjud dengan yang tidak pernah.”
Sakura terdiam.
“Dan satu lagi. Boleh tidak Hinata sholat tahajjud karena takut kalau ibadah Hinata belum sempurna? Hinata takut kalau itu membuat Hinata tahajjud bukan karena Allah.”
Dan Sakura pun merasa seperti dihempas ke jurang ketika mendengarkan pertanyaan lugu gadis kecil itu.
“Sakura, Sakura, kenapa?”
Sakura tertunduk. Satu per satu air matanya menetes. Kemudian tanpa bisa ditahan, air matanya semakin membanjir deras. Sakura berlari ke kamar mandi mushola saat itu juga, meninggalkan Anti yang berdiri terpaku di depan kotak mading. Ia menumpahkan segala sesalnya di sana.
Assalamu’alaikum..
Dear Himata, temanku sayang..
Maafin aku yang tadi menangis dan meninggalkanmu tanpa sebab. Sebenarnya aku tadi hanya merasa khilaf.
Sekarang, aku ingin berterima kasih. Kalau bukan karena pertanyaan Hinata tadi, mungkin sampai sekarang aku belum sadar bahwa selama ini apa yang aku lakukan adalah salah. Selama ini aku terlalu meremehkan ibadah sunnah, terutama sholat malam. aku begitu menyesal telah merasa sempurna, padahal aku tahu masih banyak kekurangan dalam beribadah.
Untuk pertanyaan Hinata tadi, jawabannya adalah tidak apa-apa. Malah, aku bangga kalau Ainata rela melakukan sholat tahajjud Itu artinya Hinata telah berusaha semaksimal mungkin, dan aku harap, setelah keinginan Hinata tercapai, ibadah tersebut tetap berlangsung. Doakan aku ya Hinata, mulai malam ini Insya Allah aku ingin meluruskan pemahaman aku. Aku ingin lebih giat berikhtiar. aku doakan, semoga cita-cita Hinata terkabul. Amin.
Wassalamu’alaikum warahmatullah.
Peace and love from Sakura
Sakura menekan tombol enter, dan surat elektronik itu pun terkirim. Ia bangkit dari kursinya, dan meraih ponsel yang tergeletak di ranjang. Ia memperbarui alarmnya sehingga akan berbunyi jam tiga pagi. Malam itu, waktu masih menunjukkan pukul delapan. Bukan jam yang biasa baginya untuk beristirahat, namun detik itu ia telah memutuskan untuk melakukan sesuatu yang luar biasa nanti malam. Ia pun meletakkan ponselnya, dan beranjak ke kamar mandi. Setelah berwudhu dan sholat Isya’, ia merebahkan tubuhnya ke kasur, menarik selimutnya hingga ke dada, dan memejamkan mata. Dalam hati, ia berdoa kepada Tuhannya agar dibangunkan oleh malaikat esok dini hari. Dan ia pun menekan saklar lampunya padam.
Senin, 12 April 2010
PENYEBAN ABORTUS
Menjawab pertanyaan rekan kita lucy DISINI tentang penyebab terjadinya miscarriage/abortus maka kali ini saya akan menjabarkan jawaban atas pertanyaan tersebut dalam sebuah tulisan sebab akan terlalu sempit dan panjang bila ditulis di kolom komentar. Tulisan ini sekaligus menyambung tulisan saya sebelumnya tentang Abortus dengan judul selayang pandang tentang abortus.
Sebelum melangkah lebih jauh, kita segarkan ingatan dulu tentang apa itu abortus. Abortus adalah ancaman atau pengeluaran hasil konsepsi pada usia kehamilan kurang dari 20 minggu atau berat janin kurang dari 500gram. Jadi untuk bisa mengatakan seorang wanita mengalami abortus haruslah memenuhi persyaratan diatas. Namun di beberapa buku yang saya baca ada yang menggunakan patokan umur kehamilan 28 minggu, tetapi sebagian besar menyebut angka 20 minggu.
Setelah tahu tentang apa itu abortus, mulailah sekarang kita membahas, apa yang menyebabkan terjadinya abortus. Abortus pada wanita hamil bisa terjadi karena beberapa sebab diantaranya :
- Kelainan pertumbuhan hasil konsepsi. Kelainan inilah yang paling umum menyebabkan abortus pada kehamilan sebelum umur kehamilan 8 minggu. Beberapa faktor yang menyebabkan kelainan ini antara lain : kelainan kromoson/genetik, lingkungan tempat menempelnya hasil pembuahan yang tidak bagus atau kurang sempurna dan pengaruh zat zat yang berbahaya bagi janin seperti radiasi, obat obatan, tembakau, alkohol dan infeksi virus.
- Kelainan pada plasenta. Kelainan ini bisa berupa gangguan pembentukan pembuluh darah pada plasenta yang disebabkan oleh karena penyakit darah tinggi yang menahun.
- Faktor ibu seperti penyakit penyakit khronis yang diderita oleh sang ibu seperti radang paru paru, tifus, anemia berat, keracunan dan infeksi virus toxoplasma.
- Kelainan yang terjadi pada organ kelamin ibu seperti gangguan pada mulut rahim, kelainan bentuk rahim terutama rahim yang lengkungannya ke belakang (secara umum rahim melengkung ke depan),MIOMA UTERI , dan kelainan bawaan pada rahim.
Nah, itulah 4 hal yang paling sering menyebabkan keguguran atau abortus pada ibu hamil sehingga untuk pencegahannya kudu dilakukan pemeriksaan yang komprehensip atau mendetail terhadap kelainan kelainan yang mungkin bisa menyebabkan terjadinya abortus.
http://www.blogdokter.net/2007/07/20/penyebab-abortus/
Kamis, 12 November 2009
KERANG MUTIARA
Sebagaimana namanya, mutiara hasil budidaya melewati serangkaian proses dengan campur tangan manusia. Walaupun sebagian besar waktu pembentukan mutiara budidaya berada di dalam kerang, namun manusia berperan penting dalam meyakinkan bahwa mutiara di dalam kerang itu terbentuk sesuai keinginannya. Sejak proses penyisipan bahkan jauh sebelum proses ini berlangsung, untuk meyakinkan bahwa mutiara budidaya terbentuk dengan baik, kerang-kerang yang layak disisip telah diseleksi dengan baik. Walaupun toh pada akhirnya, sampai saat ini, produksi mutiara hasil budidaya kelas terbaik masih sangat minim dibandingkan dengan kelas di bawahnya.
Alam menyediakan bibit kerang mutiara budidaya. Bibit kerang mutiara ini dikumpulkan dengan menggunakan perangkap-perangkap larva (kolektor) yang diletakkan di laut. Material dan model kolektor ini bervariasi. Material kolektor bisa berasal dari alam seperti sabut kelapa dan ijuk maupun buatan seperti kain dan plastik. Sementara modelnya bervariasi dari bentuk sapu sampai ke bentuk panel. Prinsipnya adalah menyediakan substrat atau tempat untuk menempel bagi larva kerang mutiara yang bermetamorfosis menjadi spat. Namun demikian, bukan hanya spat kerang mutiara saja yang menempel di koletor ini, namun bisa saja organisme lainnya. Kolektor-kolektor ini digantung pada longline atau sarana apung lainnya. Lamanya perendaman sebenarnya tergantung dari tingkat pertumbuhan spat yang mencapai ukuran yang bisa dikenal sehingga bisa dibedakan dengan spat kerang jenis lain. Secara teoritis, perendaman bisa lebih dari 2 bulan tergantung jenis kerang yang akan dibudidayakan. Kolektor kemudian dibersihkan dari jenis kerang lain dan organisme pengotor lainnya (biofouling) sehingga memungkinkan spat bertumbuh dengan leluasa. Setelah itu, jenis yang akan dibudidayakan diambil dengan hati-hati karena kondisi mereka sangat rentan. Mengingat mereka menempel dengan bysus sehingga pengambilan spat adalah dengan memotong bysusnya bukan dengan menarik keluar spat itu dengan paksa. Mereka juga rentan terhadap perubahan suhu dan lamanya mereka terekspos di luar air. Kerang muda ini dipindahkan ke kotak panel yang memiliki ruang leluasa bagi mereka untuk bertumbuh. Lewat pemahaman ini, pengetahuan akan sebaran jenis atau spesies kerang mutiara di perairan sangat dibutuhkan sebelum memutuskan untuk membuat usaha budidaya kerang mutiara yang membutuhkan suplai bibit dari alam.
Seiring dengan meningkatnya ilmu pengetahuan dan teknologi, kerang mutiara budidaya saat ini mengalami pergeseran dari mencari bibit di alam ke bibit hasil hatchery. Beberapa negara mulai mengembangkan program selektive breeding yaitu pada prinsipnya menyeleksi kerang yang memiliki karakter bagus untuk dijadikan induk. Karakter bagus dalam hal ini dititik beratkan pada melihat pertumbuhan kerang dibandingkan kerang seusianya, morfologi dari cangkang dan warna nacre (MoP) kerang. Mengingat tujuan kebanyakan budidaya komersial dari kerang mutiara adalah memproduksi mutiara bulat, sehingga bentuk morfologi sepasang cangkang yang menciptakan ruang yang besar dan leluasa pada bagian internalnya, menjadi salah satu pertimbangan untuk memproduksi anakan kerang host (kerang yang akan disisipkan inti mutiara). Sementara kerang yang memiliki warna dan kondisi MoP terbaik dijadikan sebagai induk untuk memproduksi saibo, mengingat saibo sangat menentukan kualitas mutiara yang dihasilkan.
Dalam proses perbanyakan dengan sistem hatchery. Induk kerang mutiara biasanya diseleksi apabila kondisinya sudah mencapai matang gonad. Caranya adalah dengan membuka cangkang dengan shell opener dan memeriksa bagian gonad dengan terlebih dahulu mengibaskan insang yang menutupi areal bagian dalam kerang. Gonad biasanya langsung terlihat pada kerang matang gonad saat insang dikibaskan karena bagian gonad ini memakan tempat yang cukup besar dengan warnah cerah mencolok. Untuk kerang betina biasanya warna gonadnya adalah krim cerah sedangkan jantan adalah putih. Untuk membedakan gonad kedua kelamin kerang memang diperlukan latihan yang berulang-ulang mengingat kadangkala warna gonad jantan terlihat menyerupai warna betina, atau sebaliknya.
lanjutan menyusul....
© 2009, N. Gustaf F. Mamangkey
Sistem grading atau pengujian kualitas mutiara
Small South sea pearls (Gustaf's Collection)
Penentuan kualitas mutiara didasarkan pada standar kelas mutiara, namun secara umum mutiara ditentukan oleh: 1) ukuran mutiara, dimana makin besar ukurannya makin mahal. Perbedaan harganya bahkan sangat besar apabila ukuran diameter mutiara sudah berada di atas 7 milimeter, 2) bundar tidaknya mutiara, mutiara bundar cenderung disukai dengan demikian harganya cenderung lebih mahal, namun ada juga bentuk-bentuk tertentu seperti bentuk air mata yang juga diminati konsumen mutiara, 3) lustre mutiara, istilah untuk menggambarkan daya pantul mutiara terhadap obyek atau cahaya, 4) permukaannya tidak cacat, goresan atau bercak di permukaan menurunkan kualitas mutiara, dan 5) warna mutiara, warna pink banyak disukai orang Amerika, orang Eropa cenderung menyukai warna krem dan perak, orang Timur Tengah lebih banyak memilih warna krem dan emas sebagaimana juga orang Amerika Latin.
Beberapa langkah sebelum pengujian mutiara adalah dengan meyakinkan bahwa mutiara itu palsu atau tidak? Karena harga mutiara relatif mahal sehingga kemungkinan pemalsuan juga dilakukan.Banyak cara yang dilakukan manusia untuk menghasilkan mutiara yang serupa dengan aslinya. Bahannya pun bervariasi dari jenis batuan tertentu, kaca, plastik, dan bahkan bagian dari cangkang kerang. Mutiara juga disortir apakah mutiara itu terbungkus nacre (nacreous) atau tidak (non nacreous)? Apakah mutiara itu terbentuk alami atau hasil budidaya? Mutiara yang terbungkus nacre adalah mutiara yang umum beredar di pasaran dan mayoritas adalah mutiara hasil budidaya. Sangat kecil kemungkinan mutiara alami (dan terbungkus nacre) beredar di pasaran dengan harga murah. Sayangnya, masih sangat sulit membedakan antara mutiara yang tak terbungkus nacre dengan mutiara yang dibentuk dari cangkang kerang, karena keduanya memiliki komposisi yang sama.Namun peminat mutiara tanpa nacre memang masih sedikit disamping selama ini kegiatan budidayanya baru ddijajaki (khusus beberapa mutiara eksotis dari beberapa siput). Parameter tambahan lain yang jadi bahan pertimbangan pemilihan mutiara adalah dari mana mutiara itu berasal. Apakah mutiara itu adalah mutiara air tawar atau mutiara air laut? Pengelompokkan juga terjadi dalam produk mutiara laut, apakah mutiara itu adalah mutiara Akoya atau South sea atau Tahiti (yang beberapa kalangan juga menggolongkan sebagai bagian dari mutiara south sea)? Pengetahuan ini memang dibutuhkan mengingat mutiara air tawar relatif lebih murah dibandingkan mutiara air laut. Bahkan untuk mutiara air laut juga terdapat pengelompokkan harga menurut jenis mutiaranya, mutiara Akoya relatif lebih murah dibandingkan mutiara Tahiti dan apalagi South sea. Perbandingan harga mutiara dengan kualitas kilau yang sama antara mutiara Akoya dan South sea (misalnya) bisa sangat jauh apalagi dibandingkan antara mutiara South sea dan mutiara air tawar. Indonesia semestinya bersyukur karena mutiara South Sea banyak diproduksi dari perairan Indonesia. Walaupun sejauh ini nilai kualitas mutiara yang diproduksi masih lebih rendah dengan jenis mutiara sama yang diproduksi Australia.
Setelah melewati beberapa proses di atas, mutiarapun diuji menurut sistem grading yang berlaku. Ada dua pemahaman atau aliran yang selama dipakai untuk kualifikasi kelas mutiara: AAA-A (AAA kualitas terbaik, A kualitas buruk) dan A-D (A kualitas terbaik, D kualitas buruk). Sayang sekali fleksibilitas masih sangat tinggi dalam pengkategorian kelas mutiara. Pemahaman setiap orang berbeda-beda dalam menempatkan kelas mutiara dengan karakteristik tertentu ke kategori yang disarankan. Sederhananya, pihak X mengkategorikan sebuah mutiara memiliki kualitas AAA namun pihak Y mengkualifikasinya dalam kategori AA, dst. Bahkan ada penjual mutiara yang menambah-nambahkan dengan mengkategorikan mutiaranya sebagai AAAA atau AAA+ sehingga bahkan untuk dua aliran grading di atas (AAA-A dan A-D) sering diubah sekehendak hati. Kualifikasi menurut AAA-A adalah kualifikasi yang terbentuk lebih dahulu. Sistim kualifikasi ini banyak dipakai untuk mengkualifikasi mutaira Akoya dan mutiara air tawar. Mutiara akoya adalah mutiara air laut hasil budidaya pertama (lihat artikel lainnya). Sementara sistem kualifikasi A-D lebih dikenal sebagai sistem kualifikasi Tahitian karena awalnya dipakai untuk kualifikasi mutiara Tahiti dan akhirnya South Sea. Namun, kualifikasi AAA-A juga bukan hanya untuk mutiara Akoya dan mutiara air tawar tapi juga sering diaplikasikan ke jenis mutiara lain (Tahiti dan South sea).
Secara detail, kualifikasi mutiara menurut sistem AAA-A adalah sebagai berikut (sumber: http://www.pearl-guide.com/pearl-grading.shtml)
· AAA: Mutiara kualitas terbaik, tanpa bercak. Sangat berkilau dan setidaknya 95% permukaan tak cacat.
· AA: Sangat berkilau dan 75% permukaan tak cacat.
· A: Mutiara perhiasan kelas terendah, kilau kurang dan >25% permukaan mutiara bercacat
Sedangkan sistem A-D adalah sebagai berikut:
· A: Mutiara kualitas terbaik, sangat berkilau, sedikit cacat <10%>
· B: Sangat berkilau atau kilau sedang. Terlihat sedikit cacat namun tak lebih 30% dari luas permukaan
· C: Kilau sedang, cacat permukaan tak lebih 60%
· D: Memiliki cacat sedikit namun tak dalam dan tak lebih 60% dari luas permukaan
Sekali lagi, kedua sistem kualifikasi mutiara ini sangat terbuka akan interpretasi mengingat banyak faktor lain yang juga menjadi bahan pertimbangan dalam uji kualitas mutiara.
© 2007, N. Gustaf F. Mamangkey
Areal kumpulan kerang mutiara di dunia
Setidaknya ada tiga kawasan yang memiliki kumpulan kerang mutiara laut dan menjadi areal pencarian mutiara alami. Mereka adalah, daerah Teluk Persia, Selat Manaar di Srilanka dan perairan Australia utara. Namun, sebaran kumpulan kerang mutiara laut mulai dari Laut Merah ke arah timur sampai ke Pasifik. Selain ketiga tempat yang terkenal, kawasan kumpulan kerang mutiara juga ditemukan ada di daerah perairan Burma, Selat Malaka, Laut Arafura, Laut Sulu sampai ke perairan Jepang, dan di negara-negara pasifik selatan. Beberapa tempat juga ditemukan di Amerika tengah dan utara seperti di Panama, kepulauan Margarita Venezuela sampai ke perairan Mexico.
Teluk Persia
Kawasan kumpulan mutiara di daerah ini telah dikenal sejak 2000 tahun sebelum masehi. Areal yang paling terkenal adalah di sekitar Bahrain. Areal ini menjadi daerah ekonomis penting bagi masyarakat sekitar sebelum adanya tambang minyak. Jenis kerang mutiara yang tersebar di kawasan ini adalah Pinctada radiata. Perbandingan mutiara yang ditemukan dan jumlah kerang mutiara yang adalah sekitar 1 : 500. Ukuran mutiara yang ditemukan biasanya kurang dari 1 grain (=50 mg), sangat jarang ditemukan mutiara dengan ukuran lebih dari 12 grain. Metode pengumpulan kerang mutiara dilakukan secara tradisional dengan melilitkan tali sebagai penahan dan mereka menyelam dengan tubuh telanjang. Diperkirakan, tradisi menyelam ini tidak memiliki banyak perubahan sejak areal kumpulan kerang mutiara ditemukan. Mereka hanya dibekali penjepit hidung dan tas tali yang digantung di lehernya. Kegiatan penyelaman ini berangsur-angsur menghilang sejak sebelum perang dunia kedua dan berakhir di tahun 1950-an. Kegiatan ini berhenti sejak ladang-ladang minyak ditemukan.
Selat Manar, Srilanka
Tempat ini dikenal kira kira 500 tahun sebelum kawasan di Teluk Persia ditemukan. Selat ini memisahkan antara Dataran India dan Srilanka. Kelompok kerang mutiara di kawasan ini adalah Pinctada radiata. Sejak zaman penjajahan Inggris kontribusi kawasan ini cukup tinggi. Metode penyelaman juga dilakukan secara tradisional dan dalam keadaan telanjang. Sayang sekali, kegiatan penyelaman ini makin berkurang apalagi sejak terjadi pemberontakan di awal tahun 1980 an.
Australia Utara & Indonesia
Kawasan ini merupakan areal tempat hidup kerang mutiara. Sepanjang pantai utara Australia, ke utara di perairan Arafura, Indonesia (Dobo) dan ke arah timur melewati Selat Torres, selat yang memisahkan Australia dan pulau Papua. Titik-titik kumpulan kerang mutiara di daerah ini ditemukan sekitar pertengahan abad ke 19 sampai awal abad ke 20. Jenis kerang pada umumnya adalah Pinctada maxima. Kawasan Dobo adalah kawasan terkenal sehingga mutiara yang dihasilkan dari daerah ini disebut mutiara Dobo. Sementara di kawasan Australia, beberapa titik merupakan areal kumpulan kerang mutiara yang banyak seperti di Shark Bay dan Thursday Island. Jumlah penyelam yang mati di kawasan ini termasuk tinggi, umumnya akibat serangan hiu.
© 2007, N. Gustaf F. Mamangkey
Pada prinsipnya, moluska bercangkang berpeluang menghasilkan mutiara secara alami. Namun tidak semua kerang bisa menghasilkan mutiara yang bagus dan memiliki nilai beli yang lumayan. Kerang penghasil mutiara umumnya berasal dari famili Pteriidae, namun yang umum dikenal hanya jenis-jenis tertentu seperti gold atau silver-lip pearl oyster (kerang mutiara bibir emas atau bibir perak) Pinctada maxima, black-lip pearl oyster (kerang mutiara bibir hitam) Pinctada margaritifera, Akoya pearl oyster (kerang mutiara Akoya) Pinctada fucata dan the winged-pearl oyster (kerang mutiara bersayap) Pteria penguin. Semua anggota famili ini hidup di laut. Sedangkan moluska lain penghasil mutiara yang sejauh ini dikenal berasal dari kelompok abalone dan beberapa gastropoda lain serta beberapa jenis kerang bivalvia air tawar.
Setiap jenis kerang mutiara menghasilkan mutiara dengan spesifikasi yang berbeda. Pinctada maxima menghasilkan mutiara relatif lebih besar dari semua jenis kerang penghasil mutiara, berwarna perak, emas dan krem. Jenis ini banyak dibudidayakan di Indonesia, Birma, Thailand dan Australia. Sedangkan kerang jenis Pinctada margaritifera merupakan primadona negara-negara pasifik selatan. Mutiara yang dihasilkannya bervariasi dari warna krem sampai warna hitam. Warna hitam merupakan warna yang diminati pelanggan mutiara dunia saat ini. Dengan demikian harganya sangat mahal. Diameter mutiara yang dihasilkan umumnya lebih kecil daripada yang diproduksi Pinctada maxima. Sementara Pinctada fucata adalah jenis yang banyak dibudidayakan di Jepang, dan Pteria penguin tidak banyak dibudidayakan karena sejauh ini hasilnya diperuntukkan hanya pada kalangan tertentu mengingat bentuk mutiara yang dihasilkannya umumnya tidak bundar.
© Gustaf Mamangkey 2006
Walaupun masih ada usaha pencarian mutiara dari alam, namun kebanyakan mutiara yang berada di pasaran saat ini adalah hasil rekayasa manusia. Rekayasa ini ditemukan oleh orang Jepang, Mikimoto di awal abad yang lalu. Mengingat begitu potensialnya mutiara sehingga Jepang tetap menjaga rahasia ini sampai akhir tahun 80-an. Sehingga tidak heran bila Jepang mengembangkan usahanya di negara-negara lain di kawasan pasifik dan lautan Hindia seperti Indonesia dengan tetap menggunakan teknisinya. Walaupun demikian, Indonesia sebagai areal potensial budidaya bagi hampir semua jenis kerang mutiara telah menjadi salah satu negara penghasil mutiara utama dunia bersama Jepang, China dan Australia.
Bentuk rekayasa ini dikenal dengan istilah grafting atau seeding atau juga implantation, yaitu dengan menyisipkan inti (nucleus) bersama selembar organ mantel (irisan daging kerang mutiara lain yang dikenal dengan nama ‘saibo’) ke dalam kerang mutiara. Organ mantel ini diambil oleh individu kerang mutiara yang lain dan berperan sebagai donor. Berdasarkan penelitian, pemilihan donor yang baik akan menentukan kualitas mutiara yang dihasilkan terutama dari segi warna, bentuk dan kilau mutiara. Inti dan irisan mantel ini ditempatkan di dalam gonad kerang setelah sebelumnya dibuat irisan kecil pada dinding gonad. Irisan daging mantel akan membentuk kantung mutiara (pearl sac) dan nantinya akan memproduksi nacre. Proses ini dikenal sebagai biomineralisasi, sama halnya dengan proses pembentukan tulang pada manusia dan hewan bertulang belakang lainnya. Nacre adalah bagian permukaan yang berkilau dari mutiara atau juga dinding bagian yang berkilau dalam kerang. Pada bagian dalam kerang, nacre diistilahkan sebagai Mother of Pearl (ibu dari mutiara) sedangkan nacre yang melekat di inti disebut mutiara. Kualitas nacre yang dihasilkan menjadi penentu kualitas mutiara secara keseluruhan.
Proses penyisipan merupakan bagian kecil dari rangkaian proses budidaya yang panjang sejak penentuan lokasi budidaya sampai pada penanganan pasca panen. Prinsip proses penyisipan ini didasarkan atas bagaimana terbentuknya mutiara secara alami dimana kerang akan membungkus irritant yang tidak dapat dihindari dengan nacre. Prinsip kerja ini sama bila kerang mengalami kerusakan cangkang, mereka akan segera menutup lubangnya dengan nacre sehingga mencegah tubuh lunaknya terekspos. Namun sejauh ini belum ada bukti bahwa mutiara alami terbentuk karena masuknya butir pasir ke dalam tubuh kerang. Asumsi kuat yang menunjang terbentuknya lapisan nacre ini adalah adanya virus seperti yang ditemukan pada beberapa jenis kerang mutiara yang dibudidayakan.
Proses pembuatan mutiara
Secara alami
Di alam, mutiara terbentuk akibat adanya irritant yang masuk ke dalam mantel kerang mutiara. Fenomena adanya irritant ini sering juga ditafsirkan dengan masuknya pasir atau benda padat ke dalam mantel kemudian benda ini pada akan terbungkus nacre sehingga jadilah mutiara. Secara teoritis, Elisabeth Strack(secara mendalam terdapat dalam buku Pearlstahun 2006) mendeskripsikan terbentuknya mutiara alami terbagi atas dua bagian besar, terbentuk akibat irritant dan masuknya partikel padat dalam mantel moluska. Pada prinsipnya, mutiara terbentuk karena adanya bagian epithelium mantel yang masuk ke dalam rongga mantel tersebut. Bagian epithelium mantel ini bertugas mengeluarkan/mendeposisikan nacre pada bagian dalam cangkang kerang disamping membentuk keseluruhan cangkang. Teory irritant mengungkapkan bahwa pada suatu saat bagian ujung mantel sang kerang dimakan oleh ikan, hal ini dimungkinkan karena kerang akan membuka cangkang dan menjulurkan bagian mantelnya untuk menyerap makanan. Saat mantelnya putus, bagian remah eptiheliumpun masuk ke dalam rongga mantel. Teory irritant juga mengungkapkan bahwa bisa saja mutiara terbentuk akibat masuknya cacing yang biasanya menempati moluska pada masa perkembangannya kemudian berpindah ke organisme lain. Cacing ini merusak dan memasuki rongga mantel. Cacing ini tanpa sengaja membawa bagian epithelium yang ada di permukaan mantel bersamanya. Bila cacing mati dalam rongga mantel, maka cacing ini akan dibungkus oleh epithelium, membentuk kantung mutiara dan akhirnya terbentuklah mutiara. Kalaupun cacing itu bisa melepaskan diri, maka epithelium yang tinggal dalam rongga mantellah yang akan membentuk mutiara setelah sebelumnya membentuk kantung mutiara. Sementara teori yang kedua adalah masuknya partikel padat ke dalam rongga mantel. Partikel padat bisa saja terperangkap di dalam tubuh kerang akibat dorongan air. Saat kerang ini tak bisa mengeluarkannya, partikel inipun bisa saja masuk ke rongga mantel. Saat dia masuk, epithelium juga ikut bersamanya. Epithelium ini akhirnya membungkus partikel padat sehingga terbentuklah kantung mutiara. Kantung mutiara ini akhirnya akan mendeposisikan nacre ke partikel padat tersebut. Namun demikian sejauh ini belum ada bukti ilmiah yang mendukung teori masuknya pasir ke dalam mantel kerang mutiara walaupun teori ini dipahami sejak lama. Dari beberapa mutiara alami yang dibedah, menunjukkan bahwa bagian inti mutiaranya bukanlah partikel padat.
Mutiara hasil budidaya
Sebelum kegiatan operasi, kerang mutiara jauh hari sebelumnya sudah mengalami proses yang disebut weakening (membuat kerang mutiara menjadi lemah). Proses ini biasanya dari 2 minggu sampai sebulan tergantung jenis dari kerang mutiara. Proses ini dimaksudkan supaya kerang mutiara akan akan mengalami stress dan memasuki fase reproduksi dengan cepat sehingga apabila operasi dilaksanakan gonadnya sudah kosong. Bila gonad dalam keadaan penuh maka kegiatan operasi akan menyulitkan dan bahkan banyak mengalami kegagalan. Proses weakening ini bisa dengan menutup kerang mutiara dengan sarung yang berpori sangat kecil sehingga partikel makanan tersaring atau bahkan kerang mutiaranya ditumpuk bersama kemudian dibungkus dengan sarung berpori kecil. Dalam kondisi ini, kerang mutiara masih bisa bertahan hidup walau makanan dalam partikel yang lebih besar sudah tak ada lagi. Setelah proses ini, kerang mutiara diangkat ke darat (bila operasi dilaksanakan di darat) dan mengalami proses weakening lanjutan di dalam tanki. Mereka ditumpuk bersama sehingga mereka makin lemah akibat konsumsi makanan dan oksigen yang rendah. Bila operasi dilakukan tanpa proses ini, kerang mutiara masih sangat kuat untuk menendang keluar nucleus yang dimasukkan ke dalam gonadnya. Bahkan untuk jenis kerang terbesar P. Maxima, otot mereka sangat kuat bila tak melewati proses weakening sehingga cangkangnya sangat susah dibuka. Pada saat-saat tertentu air dikeluarkan dari tanki sehingga memaksa kerang untuk membuka cangkangnya. Saat kerang membuka cangkang peg (pengganjal) disisipkan diantara kedua cangkang kemudian kerang siap dioperasi. Pada saat tanpa air, kerang akan membuka cangkang sementara mantelnya akan tertarik ke dalam. Hal ini memudahkan kegiatan pegging karena saat ditutupi air kerang akan membuka cangkang namun bagian tepinya akan tertutup mantel, akibatnya apabila dilakukan pengganjalan maka peg akan melukai mantel kerang.
Mutiara hasil budidaya menggunakan prinsip terbentuknya mutiara alami dengan sebuah nucleus sebagai dasar terbentuknya mutiara. Seorang teknisi terlatih akan menyiapkan inti mutiara yang biasanya bulat dan berasal dari cangkang kerang lain dan potongan mantel atau disebut juga saibo yang diambil dari kerang mutiara lain. Pemilihan donor ini mempertimbangkan warna dan kualitas nacre Mother of Pearl-nya (yang terdapat pada bagian sisi dalam cangkang kerang). Awalnya sang teknisi akan membunuh kerang donor dengan hati-hati agar supaya tak menyentuh mantelnya. Bila mantelnya tersentuh, maka mantel akan berkeriput akibat reaksi dari si kerang. Membunuh kerang donor dilakukan dengan menyisipkan pisau di antara dua cangkang dan memotong otot aduktor dari kerang donor. Saat terbelah, kerang didiamkan sampai benar-benar mati sehingga saat bagian mantelnya disentuh dia tak bereaksi lagi. Selanjutnya dipotonglah bagian mantel yang menempel pada kedua cangkang dan mantel tersebutpun dipotong lagi kecil-kecil (kira-kira 3 x 3 mm). Bagian mantel yang dipersiapkan untuk penyisipan disebut saibo, sehingga kerang donor disebut juga kerang saibo. Saat operasi penyisipan, kerang penerima sudah dipegging (ditempatkan pasak antara kedua cangkang). Kerang penerima ini ditempatkan sedemikian rupa agar mudah dioperasi. Shell opener bertugas untuk membuka cangkang lebar-lebar, kemudian teknisi akan mengiris tipis bagian antara gonad dan kaki dari kerang sebagai tempat masuknya inti dan saibo. Ukuran Intipun dipilih sesuai dengan ukuran gonad. Setelah itu intipun dimasukkan se dalam-dalamnya ke dalam gonad kemudian disusul dengan satu lembar saibo. Lembar saibo ini ditempatkan sedemikian rupa agar melekat di inti dengan bagian ectoderm (yang berisi epithelium penghasil nacre) menghadap inti. Karena bila terbalik maka kemungkinan terbentuk mutiara bulat sangat kecil. Setelah itu kerangpun ditempatkan ke keranjang atau panel dan akhirnya dikembalikan ke laut. Teknik operasi dan pasca operasi bervariasi setiap perusahaan mutiara. Pada prinsipnya, dengan menerapkan teknik-teknik tertentu, kerang mutiara tak akan ”menendang” keluar inti yang disisip dan akhirnya bisa menghasilkan mutiara bulat yang berkualitas baik. Proses pemilihan kerang untuk penerima/penghasil mutiara juga mempertimbangkan umur kerang dan masa reproduksinya. Bila kerang dalam masa reproduksi maka gonadnya akan penuh, sehingga dianggap tak cocok untuk disisipkan inti. Kemampuan teknisi akan menentukan kualitas mutiara yang
Kerajinan Kulit Kerang Mutiara Berkilau Hasilnya
Kerang mutiara bukan hanya diburu karena mutiaranya saja, tetapi juga cangkangnya. Kulit keras ini bisa diubah menjadi kerajinan dan perhiasan. Wiyono
Tidak disangkal, keindahan mutiara sudah melegenda di seluruh dunia. Kemilau perhiasan yang konon berasal dari air mata binatang bercangkang keras yang menghuni dasar lautan itu menyihir setiap orang di segala jaman. Karena dibutuhkan perjuangan antara hidup dan mati untuk mendapatkan sebutir perhiasan mutiara menyebabkan nilainya bisa selangit. Meskipun sekarang telah dikenal budi daya jenis-jenis kerang mutiara tetapi harga di pasaran tetap tinggi dan tetap tidak semua orang cukup mampu menjangkaunya.
Hasil dari kerang laut sebetulnya bukan hanya mutiaranya saja yang bernilai. Cangkang atau kulit kerang tetap mempunyai nilai jual tinggi. Dari waktu ke waktu harganya pun merambat naik. Dahulu harga pasaran Rp 15 ribu per kilogram namun sekarang menjadi sekitar Rp 50 ribu untuk cangkang berkualitas bagus. Memang telah sejak lama kulit keras yang mengandung kapur itu diolah dan dimanfaatkan menjadi bermacam-macam barang kerajinan serta perhiasan.
Umpamanya cangkang dibuat menjadi aneka macam sendok makan, sendok teh atau kulit kerang mutiara yang berwarna putih dijadikan pisau berbagai bentuk seperti yang dihasilkan oleh salah satu perajin PT. Caspla Bali di Nusa Penida, Bali. Selain membuat berbagai jenis barang hiasan dinding seperti bingkai foto, cermin dan lukisan dari bahan kulit kerang mutiara, mereka juga membuat banyak desain dengan mengkobinasikan bahan-bahan lain. Jadilah perhiasan-perhiasan indah campuran kulit kerang dan perak berupa liontin, anting-anting, gelang dan sebagainya.
Kerajinan furniture seperti meja-kursi, kotak dan almari antik di tangan mereka menjadi semakin cantik setelah di tempel kulit kerang mutiara. Masih dengan unsur kayu ada pula pajangan berbentuk ornamen ikan-ikan unik bentuknya dengan sisik-sisik dari kulit kerang yang menonjol sehingga mirip aslinya. Malahan terdapat pula desain lantai dibuat dari kerang mutiara dan yang ini sangat gemari di pasar luar negeri. “Kami juga membuat kerajinan kerang mutiara yang diukir untuk symbul dewa atau symbul tuhan untuk tempel di dinding,” tambah I Putu Darmaya, Direktur PT. Caspla Bali.
Perusahan yang menampung 20 orang pekerja itu banyak mengerjakan order untuk dikirim ke luar negeri seperti ke Korea, Jepang, Perancis, Inggris, Italia, Jerman, Belanda, Kanada, dan beberapa negara di Amerika. Di samping itu Darmaya juga menjalin kerjasama dengan home industy atau kelompok-kelompok perajin lain di Bali berjumlah ratusan orang. “Karena home industry jauh lebih murah biaya produksinya dari pada produksi massal langsung,” paparnya. Disebutkan omset produksi di pabrik kurang lebih mencapai Rp 100 juta per bulan, ditambah dari luar pabrik sekitar Rp 500 juta, sehingga total rata-rata Rp 600 juta per bulan.. “Kami juga jual ke pasar lokal seperti Semarang dan Jogya,” imbuhnya.
Menariknya apabila banyak pelaku UKM kesulitan menembus pasaran, hal itu tidak berlaku bagi Putu. Sebab usaha yang didirikan 2002 lalu mulai merambah kantor agen pembelian dari luar negeri. Sebelumnya Putu bekerja pada salah satu buyer asing dari Perancis 1997 hingga 2001 bertugas sebagai quality control dan export manager handling sehingga faham seluk-beluk tentang export business agent. Setelah keluar dari pekerjaan ia memutuskan untuk buat kantor agen sendiri bernama Caspla Bali.
Satu tahun mengawali usaha Putu sempat menemukan banyak kendala terutama kredit perbankan tidak dapat cair karena ijin perusahan belum ada. Ijin syah baru keluar pada 2002 dan masalah mulai terpecahkan. Akhirnya seperti dikatakan, lama-kelamaan jumlah pembeli luar negeri makin banyak ditambah adanya rekomendasi buyer lama. Lebih-lebih sejak 2004 ia mulai mengembangkan pemasaran melalui website sehingga semakin dikenal pembeli terutama manca negara. Oleh karena perkembangan yang semakin menggembirakan maka sejak 2005 ia tidak ingin sekadar menjadi agen distribusi melainkan hendak berproduksi sendiri.
“Kami melihat hampir semua buyer kami beli kerajinan terbuat dari kerang mutiara, sehingga akhirnya tertarik memuat produksi kerajinan dan tetap menjadi supplier atau distributor semua macam kerajinan terbuat dari kulit kerang sampai sekarang. Akhir 2006 kami akhirnya berkonsentrasi menjadi perajin segala seni kerajinan kulit mutiara. Selain itu kami juga rutin membelikan buyer kami sample-sample barang lain seperti kerajinan yang terbuat dari batu dan kerajinan kayu,” tutur pengusaha kelahiran 1975 itu.
Putu optimis kerajinan kulit kerang mutiara memiliki prospek cerah, tinggal cara menyiasatinya dengan membuat ide-ide desain yang bagus dan inovatif sesuai trend pasar dunia. “Kalau persaingannya kita perlu waspada dengan negara Cina dan Thailand,” ungkapnya jujur. Menurutnya pengusaha dari Cina bisa jual produk lebih murah karena ongkos tukang lebih murah serta memakai mesin canggih yang mampu memproduksi dengan jumlah banyak dengan kecepatan tinggi. Artinya lebih mampu tepat waktu mengerjakan pesanan.
“Tapi kita bisa buat kerajinan yang handmade yang mereka tidak bisa copy dengan mesin seperti ukiran dan lain-lain,” tandasnya. “Nah, kalau Thailand kita kalah masalah desain, mereka lebih pintar dan punya kualitas SDM bagus, tapi keuntungan kita kerang mutiara yang bagus dan jumlahnya banyak terdapat di laut Indonesia,” lanjutnya.
Masalah datang justru pengadaan bahan baku kadang-kadang mengalami hambatan karena hampir semua tambak mutiara di Indonesia sudah menjual kulitnya langsung ke Cina, Korea dan Italia. Akibatnya di samping harga semakin mahal, barang pun sulit diperoleh sebab rata-rata perajin lokal kalah modal dibandingkan pembeli asing. Beruntung Putu berhasil keluar dari belitan masalah tersebut dengan modal pemasaran yang baik. “Saya kira pemasaran kami sudah sangat bagus dari segala aspek cuman kami butuh biaya produksi katalog dan pameran bertahap international,” akunya pula.
Lebih lanjut mantan sales manager terbaik itu juga mengaku berencana akan membuat pabrik besar seperti di Cina agar bisa mengolah sampah kulit kerang mutiara dengan mempekerjakan ribuan orang. Ia sangat yakin apabila pemasaran berjalan seperti sekarang maka dalam kurun waktu 5-10 tahun keinginan itu akan tercapai.
“Saya hanya menunggu penawaran dari buyer-buyer yang sukses. Jika dia membeli banyak atau value yang banyak setiap bulannya maka saya akan ajak buyer kami yang sukses menjual barang itu sebagai mitra. Dengan begitu saya memilliki investor yang secara langsung sebagai marketing handal,” jelasnya.
www.majalahpengusaha.com/
Rabu, 04 November 2009
Words - Words of Wisdom about Love
-Love is never asked, he Sentiasa giving, love brings pain, but never bear a grudge, never take revenge. Where there is love there is life; when hatred leads to destruction.
-God gave us two legs to walk, two hands to hold, two ears to hear and two eyes to see. But why God only gave us a piece of heart? Because God has given us another piece of liver to someone looking for us. That's the name of Love.
-There are 2 drops of tears flowing in a river. One bead tu tears tears greeted the other one, "I have tears of a girl who loves a man but has been lost. Who you are? ". Answer the second tear drops tu, "I am the tears of a man who regrets letting a girl who loves me went so sahaja."
-True love is when he loves someone else, and you are still able to smile, saying: I'm happy for you.
-If you love someone, we will pray Sentiasa although he was not at our side.
-Do not occasionally say goodbye when you still want to try. Do not give up now and then, if you still feel able. Do not occasionally say you do not love him anymore if you still can not forget.
-The feeling of love starts from the eye, while feeling like it starts from the ears. So if you Want to stop liking someone, just by closing the ears. But if you try to close your eyes from the people you love, love turned into a teardrop and continue to live within dihatimu a long time.
-Love comes to those who still have hope even though they have been disappointed. To those who still believe, even though they had been betrayed. To those who still want to love, even though they've been hurt before and to those who have the courage and confidence to build back trust.
-Do not store the words of love to the dear people that he died, because eventually you have recorded the words on the tomb of love. Instead speak words of love that is saved dibenakmu it now while there is life.
-Maybe God wants us to meet and have sex with the wrong people before meeting the right person, we must understand how kurniaan grateful for that.
-Love is not teaching us weak, but of power. Love teaches us not humiliate ourselves, but it has breathed valor. Love is not discouraging, but inspiring
-Love can turn bitter into sweet, golden dust switch, snoring becomes clear, sick are healed, prisons became the lake, pain becomes pleasure, and anger into mercy.
-It hurts to love someone who does not love you, but more painful is to love someone and you never have the courage to express your love to him.
-A sad thing in life is when you meet someone who means a lot to you. Only to find Wordpress to be no means to the end and you have to let go.
-You know that you really miss someone, when you think about your heart shattered. And just by hearing the word "Hi" from it, can reunite the pieces of liver.
-God created the love portion 100. 99 saved his side and only 1 portion lowered into the world. With the love that one portion of that, being loved each other so that the horse berkasih lifted his leg terpijak kerana fear.
-Sometimes you do not appreciate someone who loves you with all my heart, until that you lose it. At that moment, nothing to regret for the departure without berpatah again.
-Do not love someone like flowers, dead flowers kerana when the season changed. Love them like a river, the river flows kerana forever.
-Love can soften the metal, destroy the stone, raise the dead and breathes her life and make slaves became leader. This is dasyatnya love!
-The beginning of love is to let those you love be themselves, and not change the picture you want. If not, you just love the reflection of ourselves that you find in him.
-Love is a feeling that there must be in every human being, he is like the dew that setitis down from the sky, clean and pure. Just a tanahnyalah accept divergent. If he falls into a barren land, grows by the dew kerana iniquity, lie, cheat, unfaithful steps and other despicable things. But if he falls to the fertile soil, there will grow kesuciaan heart, sincerity, loyalty high manners and other mannerisms that commendable. ~ Hamka
-The words of love that was born just on the lips and the heart can not squeeze a whole body and soul, when the words of love that is born from a sincere heart mengubati able to wound the hearts of all who heard it.
-You never know when you'll fall in love. but until such time when it, seize with both hands, and do not let him go with a million taste dihatinya question mark
-Love is not cheap and common words spoken from mouth to mouth but love is a beautiful gift of God and holy, if humans can assess purity.
Not sea-name if the water is not choppy. It was not love him if the feeling was never hurt. Not a lover if her name is never missed and jealousy.
-Making love was easy. To be loved is indeed easy. But to be loved by the people we love that is difficult to obtain.
-The only way that we might have love, is not to demand that we loved, but start giving affection to others without expecting a reply.