Ada sejumlah kecenderungan yang muncul di tiap gelaran Piala Dunia. Menjelang kick-off Piala Dunia 2010 Nielsen pun coba menangkap kecenderungan-kecenderungan itu.
Piala Dunia 2010 sudah akan dimulai sedari Jumat (11/6/2010) ini. Sebagai gelaran akbar sepakbola, gegap gempitanya tak ayal menggugah semangat para gila bola.
Terkait dengan hal itu maka pernak-pernik berbau Piala Dunia niscaya akan diborong oleh para maniak-maniak sepakbola. Hasil survei The Nielsen Company (Nielsen) mengungkap bahwa para fans ini sendiri cenderung melakukan aksi beli saat gelaran sudah berlangsung.
"Jika kita lihat pada Piala Dunia 2006, penjualan produk Piala Dunia naik hingga 31% atau mencapai Rp 67 miliar di minggu berlangsungnya Piala Dunia di tahun 2006," ujar Managing Director Nielsen Audience Measurement Irawati Pratignyo dalam Konferensi Persnya di Kantor Nielsen Indonesia, Mayapada Tower, Sudirman, Jakarta, Kamis (10/06/2010).
Nah, selain pernak-pernik, nonton tim kesayangan berlaga rasanya takkan lengkap jika tak ada "temannya" alias camilan. Agar tetap bugar, para gila bola pun butuh asupan energi tambahan. Maka dari itu penjualan kategori makanan dan minuman ringan, kacang, rokok dan energy drink akan menikmati peningkatan penjualan.
"Manufaktur melihat ini merupakan kesempatan untuk mendongkrak penjualan mereka."
"Kemarin saja kacang mengalami kenaikan tertinggi dengan 72%, diikuti oleh Rokok dengan 37%, Energy Drink 35%, Snack 28% dan Soft Drink 19%," tutur Irawati.
Managing Director Nielsen Consumer Steve Mitchell juga memaparkan bahwa nantinya televisi tetap jadi primadona para gila bola dalam memantau gelaran Piala Dunia.
"Bagaimana konsumen Indonesia akan mengikuti Piala Dunia? Televisi masih menjadi media utama dengan 77% menjawab bahwa mereka akan menonton liputan langsung dari pertandingan," papar Steve.
Namun begitu, imbuh Steve, para gila bola takkan puas memantau dari televisi saja. Dia sebutkan bahwa sekitar 62% akan mengikuti Piala Dunia melalui koran dan bahkan media-media baru, seperti online dan telepon genggam, menjadi alternatif konsumen Indonesia untuk mengikuti Piala Dunia, dengan 31% berencana untuk menonton live streaming.
"45% akan membaca artikel online dan 32% akan membaca melalui blog dan forum online. 13% akan mengunduh aplikasi yang berhubungan dengan piala dunia di telpon genggam mereka," tutur Steve seraya menyebut 34% akan mengikuti melalui internet di telpon genggam.
Mengingat sepakbola adalah olahraga yang terbilang "merakyat", Steve juga menuturkan bahwa hasil Nielsen Survei Global menyebut 50% konsumen di Indonesia akan mengikuti Piala Dunia 2010.
Dengan pangsa pasar yang luas seperti ini maka wajar kemudian jika belanja iklan di tengah gelaran Piala Dunia juga besar.
"Belanja iklan juga akan melihat pertumbuhan pada bulan Juni dengan bersiap-siapnya sponsor untuk menayangkan iklan mereka. Melihat Piala Dunia 2002 dan 2006 belanja iklan di bulan Juni meningkat 12% dibandingkan hanya 5% di tahun-tahun biasa," ungkapnya.
Produk yang beriklan selama pertandingan berlangsung di Piala Dunia 2006, kata Steve, adalah Djarum Super yang menayangkan lebih dari 1000 spots, Extra Joss dengan 476 spots dan KratingDaeng sebanyak 110 spots.
Piala Dunia 2010 sudah akan dimulai sedari Jumat (11/6/2010) ini. Sebagai gelaran akbar sepakbola, gegap gempitanya tak ayal menggugah semangat para gila bola.
Terkait dengan hal itu maka pernak-pernik berbau Piala Dunia niscaya akan diborong oleh para maniak-maniak sepakbola. Hasil survei The Nielsen Company (Nielsen) mengungkap bahwa para fans ini sendiri cenderung melakukan aksi beli saat gelaran sudah berlangsung.
"Jika kita lihat pada Piala Dunia 2006, penjualan produk Piala Dunia naik hingga 31% atau mencapai Rp 67 miliar di minggu berlangsungnya Piala Dunia di tahun 2006," ujar Managing Director Nielsen Audience Measurement Irawati Pratignyo dalam Konferensi Persnya di Kantor Nielsen Indonesia, Mayapada Tower, Sudirman, Jakarta, Kamis (10/06/2010).
Nah, selain pernak-pernik, nonton tim kesayangan berlaga rasanya takkan lengkap jika tak ada "temannya" alias camilan. Agar tetap bugar, para gila bola pun butuh asupan energi tambahan. Maka dari itu penjualan kategori makanan dan minuman ringan, kacang, rokok dan energy drink akan menikmati peningkatan penjualan.
"Manufaktur melihat ini merupakan kesempatan untuk mendongkrak penjualan mereka."
"Kemarin saja kacang mengalami kenaikan tertinggi dengan 72%, diikuti oleh Rokok dengan 37%, Energy Drink 35%, Snack 28% dan Soft Drink 19%," tutur Irawati.
Managing Director Nielsen Consumer Steve Mitchell juga memaparkan bahwa nantinya televisi tetap jadi primadona para gila bola dalam memantau gelaran Piala Dunia.
"Bagaimana konsumen Indonesia akan mengikuti Piala Dunia? Televisi masih menjadi media utama dengan 77% menjawab bahwa mereka akan menonton liputan langsung dari pertandingan," papar Steve.
Namun begitu, imbuh Steve, para gila bola takkan puas memantau dari televisi saja. Dia sebutkan bahwa sekitar 62% akan mengikuti Piala Dunia melalui koran dan bahkan media-media baru, seperti online dan telepon genggam, menjadi alternatif konsumen Indonesia untuk mengikuti Piala Dunia, dengan 31% berencana untuk menonton live streaming.
"45% akan membaca artikel online dan 32% akan membaca melalui blog dan forum online. 13% akan mengunduh aplikasi yang berhubungan dengan piala dunia di telpon genggam mereka," tutur Steve seraya menyebut 34% akan mengikuti melalui internet di telpon genggam.
Mengingat sepakbola adalah olahraga yang terbilang "merakyat", Steve juga menuturkan bahwa hasil Nielsen Survei Global menyebut 50% konsumen di Indonesia akan mengikuti Piala Dunia 2010.
Dengan pangsa pasar yang luas seperti ini maka wajar kemudian jika belanja iklan di tengah gelaran Piala Dunia juga besar.
"Belanja iklan juga akan melihat pertumbuhan pada bulan Juni dengan bersiap-siapnya sponsor untuk menayangkan iklan mereka. Melihat Piala Dunia 2002 dan 2006 belanja iklan di bulan Juni meningkat 12% dibandingkan hanya 5% di tahun-tahun biasa," ungkapnya.
Produk yang beriklan selama pertandingan berlangsung di Piala Dunia 2006, kata Steve, adalah Djarum Super yang menayangkan lebih dari 1000 spots, Extra Joss dengan 476 spots dan KratingDaeng sebanyak 110 spots.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar